Emas Jebol $4.000, Turun 3,87% Sepekan; Brent Tembus $117

24 Okt 2026 · Tim EmasKuy

Emas turun 0,70% ke sekitar $3.995,81 pada Jumat dan ditutup sepekan turun 3,87%, karena Brent naik di atas $117 dan ekspektasi inflasi AS naik. Harga resmi Antam belum diperbarui karena situs Logam Mulia sedang pemeliharaan, sementara Galeri24 dan UBS turun lebih dari Rp20.000.

Batas $4.000 Akhirnya Tembus

Sehari setelah anjlok 2,88%, emas melanjutkan penurunan pada Jumat. Kitco mencatat emas di sekitar $3.995,81, turun 0,70%, dan perak turun 1,26% ke sekitar $53,90. Trading Economics mencatat emas di $3.993,96, turun $30,86, di bawah $4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli.

Secara mingguan, kerugiannya besar. Tabel penutupan New York dari PMI mencatat emas di $4.000,14 pada Jumat, dari $4.161,10 sepekan sebelumnya: turun $160,96 atau 3,87%. Perak turun 5,42% ke $54,05 dan platinum turun 4,48% ke $1.557,25 dalam periode yang sama.

Minyak dan Ekspektasi Inflasi

Minyak tetap menjadi pemicu utama. Kitco mencatat Brent naik di atas $117 per barel, tertinggi dalam lebih dari empat tahun, dan WTI di atas $103 karena ketegangan di Selat Hormuz. Minyak mahal menjaga kekhawatiran inflasi tetap hidup, sehingga pasar memperkirakan suku bunga tinggi lebih lama.

Data AS menambah tekanan. PMI komposit awal Oktober turun ke 57,6 dari 58,4, tetapi manufaktur naik ke 56,0, di atas perkiraan 55,5. Ekspektasi inflasi setahun University of Michigan naik ke 4,7% dan jangka panjang ke 3,5%, keduanya tertinggi sejak Mei. Yield Treasury 10 tahun di sekitar 5,0%, dan CME FedWatch memberi peluang kenaikan Fed sekitar 80% untuk Desember.

Gambaran Besar dan Level Teknikal

Trading Economics mencatat emas turun 6,57% sebulan. Di $3.995,81, emas berada sekitar 28,8% di bawah rekor Januari $5.608,35. Indeks dolar di sekitar 101,75, relatif stabil, sehingga tekanan pada emas lebih banyak datang dari ekspektasi suku bunga daripada dari dolar.

Level dari Kitco: resistance $4.075; support $3.963, lalu $3.946, dengan target turun lebih dalam $3.890. PMI melihat support pekan depan di $4.008 dan $3.942. Agenda: rapat Fed 27–28 Oktober dengan keputusan pada Rabu 28 Oktober, lalu data inflasi PCE September pada Kamis 29 Oktober.

Antam Menunggu Update, Galeri24 dan UBS Turun

Harga resmi Antam terakhir Rp2.540.000 per gram dengan buyback Rp2.335.000, per 23 Oktober, sehingga spread Rp205.000 atau sekitar 8,1%. Investor.id melaporkan harga stabil pada Sabtu, tetapi Surabaya Inside mencatat situs Logam Mulia sedang pemeliharaan dan update resmi belum keluar. Karena itu panel Antam EmasKuy tetap memakai harga 23 Oktober.

Galeri24 turun Rp21.000 ke Rp2.478.000 dengan buyback Rp2.335.000: Rp62.000 lebih murah dari harga Antam terakhir, dengan spread Rp143.000 atau sekitar 5,8%. UBS turun Rp23.000 ke Rp2.501.000 dengan buyback Rp2.310.000: Rp39.000 lebih murah dari Antam, dengan spread Rp191.000 atau sekitar 7,6%. Buyback Galeri24 kini sama dengan buyback Antam terakhir.

Playbook: Pekan Fed dan PCE

Skenario dekat: kembali ke atas $4.008 dan $4.075 bisa meredakan tekanan; tembus di bawah $3.963 dan $3.946 membuka $3.890. Minyak tetap variabel kunci. Kitco mencatat inflasi yang lebih lunak bisa mengurangi ekspektasi kenaikan Desember, sementara minyak yang terus naik bisa memperkuatnya.

Bagi investor rupiah, harga Antam sudah turun Rp34.000 sejak 19 Oktober, dan spread sekitar 8,1% berarti harga perlu naik cukup jauh sebelum posisi baru impas. DCA dengan nominal tetap meratakan harga beli di kedua skenario. Artikel ini analisis edukatif, bukan nasihat keuangan personal. Sesuaikan dengan profil risiko dan horizon Anda.

Sumber

  1. Kitco: Gold, silver extend weekly losses as Hormuz tensions push crude above $116 - Kitco PM Report
  2. Trading Economics: Gold price
  3. PMI: The Precious Metals Week in Review – October 23rd, 2026
  4. Investor.id: Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 24 Oktober 2026: Tak Goyah
  5. Surabaya Inside: Harga Emas Hari Ini, 24 Oktober 2026: Update Resmi Belum Keluar
  6. Galeri 24: Harga emas hari ini

Semua analisis · Gold Breaks $4,000 and Loses 3.87% on the Week as Brent Tops $117